Kedua adalah kenaikan pendapatan investasi seiring membesarnya portofolio investasi dan masih tingginya tingkat suku bunga. Kedua faktor tersebut diperkirakan mampu mendorong laba bersih TUGU tumbuh dari Rp711 miliar pada 2025 menjadi sekitar Rp942 miliar pada 2027.
Selain prospek pertumbuhan laba, TUGU juga dinilai memiliki sejumlah keunggulan kompetitif yang sulit ditandingi. Dari sisi keuangan, TUGU juga memiliki posisi permodalan yang kuat.
TUGU mampu mempertahankan rating global dari pemberi rating asuransi terkemuka AM Best Financial Strength Rating A- dari AM Best selama 10 tahun berturut-turut.
Menurut Nicholas, rekam jejak tersebut menunjukkan kekuatan modal, kualitas manajemen risiko, serta kredibilitas TUGU dalam memperoleh kapasitas reasuransi untuk menangani proyek-proyek bernilai besar.
Prospek industri juga dinilai masih mendukung. Penetrasi asuransi di Indonesia memang masih tergolong rendah, namun segmen asuransi umum justru menunjukkan pertumbuhan yang lebih baik dibandingkan industri secara keseluruhan.