"Bahkan suku bunga yield US treasury terus meningkat akibat membengkaknya defisit fiskal AS, termasuk kenaikan anggaran untuk pembiayaan perang," kata dia.
Premi risiko investasi global meningkat sehingga mengakibatkan bergesernya aliran modal ke safe-haven assets terutama ke pasar uang AS. Indeks mata uang dolar AS terhadap mata uang negara maju (DXY) menguat.
Memburuknya perekonomian dan pasar keuangan global akibat perang Timur Tengah tersebut semakin menekan mata uang emerging markets dan mempersulit pengelolaan perekonomiannya, Hal ini menjadi urgensi harus dilakukannya penguatan respons dan sinergi kebijakan fiskal dan moneter guna mempertahankan ketahanan eksternal dan tetap mendukung pertumbuhan ekonomi di dalam negeri.
(NIA DEVIYANA)