sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

BI Pertahankan Suku Bunga, Menanti Pasar Saham Lebih Bergairah?

Market news editor Melati Kristina - Riset
27/03/2023 07:00 WIB
Aksi BI dalam mempertahankan suku bunga acuan di tengah naiknya suku bunga The Fed menjadi angin segar bagi saham dalam negeri.
BI Pertahankan Suku Bunga, Menanti Pasar Saham Lebih Bergairah? (Foto: MNC Media)
BI Pertahankan Suku Bunga, Menanti Pasar Saham Lebih Bergairah? (Foto: MNC Media)

Sedangkan Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Muhammad Nafan Aji Gusta menambahkan, kebijakan hawkish The Fed membuat US Treasury menjadi menurun yang diiringi dengan yield obligasi yang menurun pula, meski harga obligasi cenderung menguat.

“Walaupun begitu, risk apetite investor meningkat sehingga kembali memilih pasar saham,” kata Nafan kepada IDX Channel, Jumat (24/3).

Ia juga mengatakan, solidnya makroekonomi domestik yang ditopang oleh suku bunga acuan Tanah Air yang tetap bertahan menjadikan IHSG saat ini lebih tangguh di situasi yang sulit.

“Selama terciptanya kondisi yang kondusif, maka optimisme investor terhadap pasar saham dalam negeri bisa menguat,” ujar Nafan.

Deretan Saham yang Kena Cuan

Lebih lanjut, Nafan juga menyebutkan saham-saham yang berpotensi cuan seiring dengan keputusan BI dalam mempertahankan suku bunga.

Menurutnya, saham-saham di sektor finansial terutama bank big four menjadi deretan saham yang diuntungkan oleh sentimen ini karena memiliki likuiditas memadai yang menyebabkan sektor perbankan cenderung kebal dari krisis bank AS.

“Terutama, saham bank kakap ditopang sentimen pembagian dividen jumbo yang mendorong para investor untuk mengakumulasikan saham di emiten perbankan,” kata Nafan.

Selain itu, sektor lainnya yang diuntungkan dari sentimen ini adalah saham dari sektor properti properti hingga non siklis.

“Emiten non siklis dapat memanfaatkan momentum bulan ramadan hingga tahun pemilu yang membuat saham sektor ini kuat di tengah kemungkinan resesi,” pungkas Nafan.

Melansir data BEI pada Jumat (24/3), saham sektor properti hingga perbankan tercatat melesat dalam sepekan terakhir. (Lihat grafik di bawah ini.)

Adapun, saham emiten properti, PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) terkerek hingga 30,56 persen dalam seminggu terakhir.

Menyusul LPKR, saham bank digital PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) juga melesat hingga 21,57 persen dalam sepekan.

Sementara, saham bank big four dan bank himbara, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN), dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) juga naik dalam seminggu belakangan.

BEI mencatat, saham BBNI naik hingga 9,38 persen, disusul oleh BBTN dan BMRI yang masing-masing menguat 8,94 persen dan 8,46 persen dalam seminggu belakangan.

Kemudian, saham bank digital lainnya, seperti PT Bank Aladin Syariah Tbk (BANK) dan PT Bank Jago Tbk (ARTO) juga tumbuh selama seminggu terakhir, masing-masing sebesar 5,56 persen dan 5,31 persen.

Periset: Melati Kristina

 

(ADF)

Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.

Halaman : 1 2 Lihat Semua
Advertisement
Advertisement