Hal itu terjadi khususnya pada segmen konsumen yang sebelumnya didorong oleh insentif harga dari kebijakan tersebut. Insentif pemerintah sebelumnya berperan dalam mendorong minat konsumen terhadap kendaraan listrik.
Selain itu, ada tantangan logistik yang menjadi salah satu faktor signifikan, terutama untuk distribusi di luar Pulau Jawa.
“Biaya distribusi di wilayah tersebut relatif lebih tinggi akibat infrastruktur yang belum merata, tarif transportasi yang fluktuatif, serta keterbatasan fasilitas pergudangan di beberapa daerah,” tulis perseroan dikutip pada Minggu (15/3/2026).
Manajemen juga menyebut penurunan kinerja terutama dipengaruhi oleh strategi konsolidasi dan kondisi pasar yang masih menantang.
Selain itu, rugi bersih yang tercatat pada laporan keuangan 2025 disebabkan program promosi dan penyesuaian harga untuk mempercepat penjualan persediaan produk eksisting, sehingga berdampak pada margin keuntungan.