Melalui strategi tersebut, CGAS berharap tren pertumbuhan kinerja keuangan dapat terwujud, sejalan dengan peningkatan volume penjualan menjadi 3.539.000 MMBTU pada 2026, atau naik 41,83 persen secara tahunan (year on year/YoY).
Pada tahun ini, Andika menjelaskan, pihaknya memiliki portofolio bisnis infrastruktur gas yang terdiri atas stasiun compressed natural gas (CNG), CNG hub, dan liquefied natural gas (LNG) station, yang tersebar di sejumlah wilayah strategis di Indonesia.
Pada segmen CNG Station, CGAS mengoperasikan enam fasilitas dengan total kapasitas mencapai 12,2 MMSCFD (million standard cubic feet per day).
Jaringan tersebut berada di Cikarang, Jawa Barat dengan kapasitas terbesar sebesar 5 MMSCFD, disusul Gresik, Jawa Timur sebesar 2 MMSCFD.
Selain itu, Perseroan juga memiliki fasilitas di Waru, Sidoarjo (1,5 MMSCFD), Grobogan, Jawa Tengah (1,5 MMSCFD), Palembang, Sumatra Selatan (1,2 MMSCFD), serta Majalengka, Jawa Barat (1 MMSCFD).