Menurut Agus, sektor pangan dipilih karena memiliki karakteristik permintaan yang relatif stabil dan didukung kebutuhan pasar yang besar.
Perseroan melihat peluang untuk membangun sumber pertumbuhan baru melalui kegiatan perdagangan dan distribusi produk pangan yang memiliki perputaran bisnis tinggi.
Kontribusi terbesar terhadap pendapatan Perseroan pada kuartal I 2026 berasal dari aktivitas perdagangan daging yang dijalankan melalui lini usaha baru.
Pengembangan sektor ini menjadi salah satu langkah strategis perusahaan dalam membangun struktur bisnis yang lebih beragam dan tidak bergantung pada satu segmen usaha semata.
"Seiring dengan pengembangan lini usaha baru, Perseroan tetap berkomitmen memperkuat tata kelola perusahaan, meningkatkan efisiensi operasional, serta memastikan setiap pengembangan bisnis dilakukan secara terukur," kata Agus.
Bagi manajemen, lanjut Agus, pertumbuhan yang berkelanjutan tidak hanya ditentukan oleh peningkatan pendapatan, tetapi juga oleh kualitas operasional dan kemampuan perusahaan menjaga kinerja dalam jangka panjang.
Memasuki kuartal kedua 2026, Perseroan akan melanjutkan berbagai program penguatan bisnis yang telah berjalan.
Fokus tersebut mencakup optimalisasi lini usaha yang telah memberikan kontribusi terhadap pendapatan perusahaan, pengembangan jaringan bisnis, serta identifikasi peluang usaha baru yang sejalan dengan arah strategis.