IDXChannel - Program hilirisasi bisnis yang dijalankan oleh PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dinilai telah mulai membuahkan hasil, dan menjadi katalis baru bagi kinerja saham Perseroan.
Penilaian tersebut terutama nampak dalam upaya penguatan hilirisasi pada ekosistem baterai dan aluminium, melalui pengembangan ekosistem baterai kendaraan listrik (electric vehicle/EV).
Upaya tersebut, antara lain mencakup proyek rotary kiln electric furnace (RKEF) yang telah memasuki tahap engineering, procurement, and construction (EPC), sedangkan proyek high pressure acid leach (HPAL) berada dalam tahap persetujuan investasi.
"Visi besar Perseroan dalam hal ini adalah membentuk rantai nilai baterai EV yang terintegrasi dengan dukungan mitra strategis. Dan itu tentu positif bagi proyeksi saham ANTM ke depan," ujar Analis Phintraco Sekuritas, Indra Setyadi, dalam laporan riset yang dipublikasikan, Kamis (15/10/2026).
Sementara, pada saat yang sama, pengembangan ekosistem aluminium melalui proyek Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) Mempawah juga telah beroperasi, dan mencatat penjualan 350 ribu ton alumina, dan berkontribusi terhadap laba sebesar Rp257,6 miliar melalui PT Borneo Alumina Indonesia (BAI), di sepanjang semester I-2026 lalu.