Secara keseluruhan, ANTM membukukan pendapatan sebesar Rp62,71 triliun pada semester I-2026, tumbuh sekitar 6,3 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Kontribusi pendapatan terbesar masih berasal dari segmen emas, diikuti nikel serta bauksit dan alumina. Laba bersih ANTAM mencapai Rp6,91 triliun, meningkat 34 persen dibandingkan semester I-2025.
Dengan pertumbuhan EBITDA serta peningkatan kontribusi laba entitas asosiasi, terutama dari BAI, Phintraco Sekuritas memperkirakan laba bersih ANTAM pada 2026 dapat mencapai sekitar Rp11,6 triliun, tumbuh 61,6%.
Phintraco Sekuritas sendiri telah mempertahankan rekomendasi buy untuk saham ANTM dengan target harga Rp4.840. Target tersebut mengimplikasikan PER 2026 dan 2027 masing-masing sekitar 10 kali dan 9,6 kali serta menawarkan potensi kenaikan sekitar 56 persen.
Sementara, Direktur Strategi Hilirisasi dan Operasi Hilir ANTM, I Dewa Bagus Sugata Wirantaya, mengatakan bahwa pengembangan hilirisasi terus diarahkan untuk memperkuat keterhubungan ekosistem antara sumber daya mineral ANTAM dengan industri pengolahan hingga produk hilir untuk mencitkan nilai tambah.