"Target penjualan mencapai 700 ribu ton hingga akhir tahun. Dan ke depan, potensi setoran laba meningkat seiring peningkatan produksi," tulis Indra, dalam laporan riset tersebut.
Berdasarkan data resmi ANTM, SGAR berlokasi di Sungai Kunyit, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, dan dikelola BAI, perusahaan patungan ANTAM dan Inalum. SGAR fase I memiliki kapasitas produksi 1 juta ton per tahun.
Sesuai rencana, sebanyak 550 ribu ton alumina dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan domestik Inalum, sedangkan sekitar 450 ribu ton sisanya ditujukan untuk pasar ekspor.
Indra menilai geliat hilirisasi turut mendorong bisnis bauksit ANTAM karena kebutuhan bijih SGAR dipasok dari tambang perseroan. Pada semester I-2026, penjualan bauksit ANTAM meningkat 24,4 persen menjadi sekitar 1,3 juta wet metric ton (wmt), sejalan dengan mulai beroperasinya SGAR.
Di segmen hilir lainnya, penjualan feronikel meningkat 32 persen menjadi sekitar 7,6 ribu ton Ni, sedangkan penjualan chemical grade alumina naik 10,2 persen menjadi sekitar 100,4 ribu ton.