Meski kontribusinya relatif minim sekitar 5,5 persen, lini bisnis kawasan industri memiliki tingkat profitabilitas tinggi dengan margin hingga 30 persen. Sementara segmen perdagangan dan distribusi sebagai penyumbang pendapatan terbesar memiliki margin laba kurang dari 5 persen.
Kenaikan bisnis kawasan industri inilah yang ikut mendongkrak laba AKRA. Pada tahun ini, perseroan banyak melakukan penjualan lahan di Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE) di Gresik, Jawa Timur yang memiliki total luas lahan 3.000 hektare (ha).
Secara umum, profitabilitas AKRA semakin meningkat di semester I-2026, mencerminkan efisiensi operasional dan disiplin dalam pengelolaan biaya dan modal kerja. Laba kotor tumbuh 17 persen menjadi Rp2,3 triliun. Laba usaha juga meningkat 17 persen menjadi Rp1,7 triliun.
Peningkatan kinerja keuangan AKRA juga tercermin dalam laporan arus kas dari aktivitas operasi yang menembus Rp3,99 triliun, jauh di atas posisi pada akhir Juni 2025 yang sebesar Rp173 miliar. Peningkatan arus kas ini didukung oleh penerimaan kas dari pelanggan yang mencapai Rp33 triliun, naik 50 persen.
Kenaikan posisi kas dan setara kas AKRA dalam enam bulan mencapai Rp2,2 triliun menjadi Rp8,9 triliun. Perseroan juga aktif membayar utang bank, baik jangka pendek maupun panjang, belanja modal, hingga memberikan dividen kepada pemegang saham dengan total Rp1,7 triliun.
(Rahmat Fiansyah)