Memasuki semester II-2026, Perseroan menilai prospek industri bahan bangunan semakin membaik didorong berlanjutnya pembangunan proyek perumahan, kawasan industri, dan infrastruktur nasional. Selain itu, tren penggunaan bata ringan terus meningkat seiring kebutuhan pasar terhadap material konstruksi yang lebih efisien, berkualitas, dan ramah lingkungan.
Sebagai produsen bata ringan terbesar di Indonesia, BLES memiliki kapasitas produksi sekitar 5,6 juta meter kubik per tahun yang ditopang oleh enam fasilitas produksi di Mojokerto, Lamongan, Sragen, Sidoarjo, dan Banjarnegara.
Jaringan produksi tersebut memberikan keunggulan dari sisi efisiensi logistik, keandalan pasokan, serta kemampuan memenuhi permintaan bata ringan nasional yang terus bertumbuh.
Direktur PT Superior Prima Sukses Tbk, Andrew, mengatakan Perseroan optimistis mampu mempertahankan tren pertumbuhan hingga akhir tahun seiring membaiknya prospek industri bahan bangunan.
"Kami melihat prospek industri bahan bangunan semakin positif seiring meningkatnya aktivitas pembangunan di berbagai sektor. Dengan kapasitas produksi terbesar di Indonesia dan jaringan pabrik yang tersebar di sejumlah wilayah strategis, BLES memiliki posisi yang kuat untuk memenuhi peningkatan permintaan pasar sekaligus terus meningkatkan efisiensi operasional. Kinerja pada kuartal pertama menjadi awal yang baik, dan kami optimistis momentum pertumbuhan ini dapat terus berlanjut hingga akhir tahun 2026," ujar Andrew dalam keterangannya, Senin (29/6/2026).