IDXChannel – PT Superior Prima Sukses Tbk (BLES) mengawali 2026 dengan kinerja positif sekaligus mempertahankan komitmennya kepada pemegang saham melalui pembagian dividen tunai sebesar Rp16,80 miliar atau setara 20 persen dari laba bersih tahun buku 2025.
Dividen tersebut telah memperoleh persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan dijadwalkan dibayarkan kepada pemegang saham pada 7 Juli 2026.
Di sisi operasional, produsen bata ringan terbesar di Indonesia tersebut mencatat pertumbuhan kinerja pada kuartal I-2026. Perseroan membukukan pendapatan sekitar Rp334 miliar, meningkat 6,4 persen secara tahunan (year-on-year/YoY).
Pertumbuhan penjualan tersebut mendorong lonjakan profitabilitas Perseroan. BLES mencatat laba bersih sebesar Rp46,88 miliar, atau melonjak lebih dari 40 kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Penjualan produk bata ringan Autoclaved Aerated Concrete (AAC) masih menjadi penyumbang utama pendapatan Perseroan, seiring meningkatnya permintaan dari sektor properti, kawasan industri, gudang logistik, hingga proyek infrastruktur.
Memasuki semester II-2026, Perseroan menilai prospek industri bahan bangunan semakin membaik didorong berlanjutnya pembangunan proyek perumahan, kawasan industri, dan infrastruktur nasional. Selain itu, tren penggunaan bata ringan terus meningkat seiring kebutuhan pasar terhadap material konstruksi yang lebih efisien, berkualitas, dan ramah lingkungan.
Sebagai produsen bata ringan terbesar di Indonesia, BLES memiliki kapasitas produksi sekitar 5,6 juta meter kubik per tahun yang ditopang oleh enam fasilitas produksi di Mojokerto, Lamongan, Sragen, Sidoarjo, dan Banjarnegara.
Jaringan produksi tersebut memberikan keunggulan dari sisi efisiensi logistik, keandalan pasokan, serta kemampuan memenuhi permintaan bata ringan nasional yang terus bertumbuh.
Direktur PT Superior Prima Sukses Tbk, Andrew, mengatakan Perseroan optimistis mampu mempertahankan tren pertumbuhan hingga akhir tahun seiring membaiknya prospek industri bahan bangunan.
"Kami melihat prospek industri bahan bangunan semakin positif seiring meningkatnya aktivitas pembangunan di berbagai sektor. Dengan kapasitas produksi terbesar di Indonesia dan jaringan pabrik yang tersebar di sejumlah wilayah strategis, BLES memiliki posisi yang kuat untuk memenuhi peningkatan permintaan pasar sekaligus terus meningkatkan efisiensi operasional. Kinerja pada kuartal pertama menjadi awal yang baik, dan kami optimistis momentum pertumbuhan ini dapat terus berlanjut hingga akhir tahun 2026," ujar Andrew dalam keterangannya, Senin (29/6/2026).
Ke depan, BLES akan terus memperkuat posisinya sebagai pemimpin industri bata ringan nasional melalui optimalisasi kapasitas produksi, peningkatan produktivitas pabrik, integrasi rantai pasok, penguatan jaringan distribusi, serta perluasan penetrasi pasar.
Dengan kapasitas produksi mencapai 5,6 juta meter kubik per tahun dan fundamental bisnis yang semakin kuat, Perseroan optimistis mampu menjaga pertumbuhan kinerja secara berkelanjutan sepanjang 2026.
(Shifa Nurhaliza Putri)