Direktur Utama PT Blue Bird Tbk, Adrianto Djokosoetono mengatakan, sepanjang tahun lalu, perseroan mencatatkan pertumbuhan yang solid membukukan pendapatan tertinggi sejak penawaran saham perdana (IPO). Capaian ini menjadi bukti konsistensi Bluebird dalam memperkuat kualitas layanan dan mengembangkan solusi mobilitas yang relevan dengan kebutuhan pelanggan.
"Fokus pada inovasi, pemanfaatan teknologi, serta perluasan kapasitas operasional terus menjadi pendorong pertumbuhan perseroan dan memperkuat fondasi bisnis untuk jangka panjang," kata Adrianto.
Sepanjang 2025, Bluebird membukukan pendapatan bersih sebesar Rp5,7 triliun, meningkat 13 persen dibandingkan tahun sebelumnya dan menjadi pendapatan tertinggi sejak IPO. Selain itu, EBITDA tercatat sebesar Rp1,4 triliun atau tumbuh 13 persen, sementara laba tahun berjalan meningkat 9 persen menjadi Rp643 miliar.
Perseroan juga terus memperkuat kapasitas operasional dengan mengoperasikan lebih dari 26.000 armada yang didukung 58 pool, lebih dari 1.300 outlet, serta kehadiran layanan di 22 kota di Indonesia.
"Ke depan, kami akan terus memperkuat layanan inti, mengembangkan segmen non-taksi, meningkatkan kontribusi kanal digital, serta menjaga keseimbangan antara pertumbuhan, efisiensi operasional, dan kualitas layanan. Dengan fondasi yang semakin kuat dan portofolio layanan yang semakin beragam, kami optimistis dapat melanjutkan pertumbuhan secara sehat, terukur, dan berkelanjutan,” kata Andre.
(Rahmat Fiansyah)