sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Bobot Saham HSC Dihapus, Pengaruh Saham Konglo di IHSG Tak Benar-Benar Hilang

Market news editor TIM RISET IDX CHANNEL
03/11/2026 10:08 WIB
Penghapusan bobot saham-saham High Shareholding Concentration (HSC) dari Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) belum banyak mengubah dominasi konglomerasi.
Bobot Saham HSC Dihapus, Pengaruh Saham Konglo di IHSG Tak Benar-Benar Hilang. (Foto: Magnific)
Bobot Saham HSC Dihapus, Pengaruh Saham Konglo di IHSG Tak Benar-Benar Hilang. (Foto: Magnific)

Menurut pengumuman Bursa Efek Indonesia (BEI), BREN dan DSSA masuk daftar HSC pada 2 April 2026, disusul DCII dan BYAN pada 14 Juli 2026.

Konsentrasi IHSG Meningkat

Konsentrasi bobot IHSG juga semakin besar pada lima saham teratas.

Berdasarkan proyeksi BRI Danareksa, bobot gabungan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Astra International Tbk (ASII), dan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) meningkat dari sekitar 30,8 persen menjadi 34,9 persen.

BBCA dan BBRI kini sama-sama mencapai batas maksimal bobot saham dalam IHSG, yakni 9 persen. Bobot BBCA turun tipis dari 9,1 persen, sedangkan BBRI meningkat dari 8,2 persen.

BMRI juga naik dari 5,9 persen menjadi 7,4 persen, ASII dari 3,9 persen menjadi 4,9 persen, dan TLKM dari 3,6 persen menjadi 4,6 persen.

Jika digabungkan dengan delapan saham afiliasi konglomerasi tersebut, bobot 13 saham itu mencapai sekitar 50,1 persen dari IHSG.

Halaman : 1 2 3 4 5 6
Advertisement
Advertisement