Jika Rp5,3 triliun tersebut dihimpun dengan menerbitkan seluruh 6,8 miliar saham baru, harga pelaksanaan hanya sekitar Rp775 per saham. A
ngka tersebut sekitar 45 persen di bawah harga saham BRIS saat ini di Rp1.420 dan sekitar 42 persen di bawah harga teoritis setelah rights issue atau TERP yang diperkirakan sekitar Rp1.337.
Diskon tersebut jauh lebih dalam dibandingkan kisaran diskon 10-30 persen yang umum ditemukan dalam rights issue di pasar domestik.
Karena itu, Nurkholis menilai lebih masuk akal jika BRIS tidak menggunakan seluruh kuota 6,8 miliar saham.
Dengan asumsi diskon 15-25 persen dari harga saham saat ini, atau harga pelaksanaan sekitar Rp1.070-Rp1.200 per saham, BRIS hanya membutuhkan sekitar 4,4-4,9 miliar saham baru untuk memenuhi kebutuhan modal sekitar Rp5,3 triliun.