Jumlah tersebut akan menghasilkan dilusi sekitar 9-10 persen bagi pemegang saham yang tidak mengeksekusi haknya, lebih rendah dari potensi dilusi maksimum sebesar 12,85 persen jika seluruh 6,8 miliar saham diterbitkan.
Meski demikian, skenario penerbitan dalam jumlah lebih besar dengan diskon yang lebih dalam masih terbuka karena BRIS belum mengungkapkan adanya pembeli siaga.
Faktor lain yang menjadi perhatian adalah tingkat partisipasi tiga bank induk yang secara bersama-sama menguasai sekitar 90 persen saham BRIS.
Keputusan ketiga pemegang saham tersebut dalam mengeksekusi haknya akan menentukan besaran dana yang berhasil dihimpun sekaligus berpengaruh terhadap perubahan porsi saham publik.
Rencana rights issue ini sendiri ditujukan untuk memperkuat permodalan BRIS guna menopang pertumbuhan pembiayaan.