IDXChannel - PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) mencatat kinerja positif sepanjang tahun lalu dengan mengantongi laba bersih sebesar USD50 juta atau setara dengan Rp836 miliar.
Capaian itu meningkat 99 persen dibandingkan laba bersih 2024 yang sebesar USD25 juta. Adapun laba operasional BRMS mencapai USD93 juta, naik 118 persen dari 2024 yang sebesar USD43 juta.
Pendapatan emiten pertambangan emas milik Bakrie-Salim tersebut tercatat USD249 juta, tumbuh 54 persen dibandingkan 2024 yang sebesar USD162 juta.
Direktur & Chief Financial Officer BRMS, Charles Gobel menjelaskan, terdapat dua faktor utama yang mendongkrak kinerja BRMS pada tahun lalu.
"Pertama, produksi emas kami tumbuh 11 persen secara tahunan. Kedua, harga jual rata-rata emas kami meningkat 18 persen," kata Gobel melalui keterangan resmi, Selasa (17/3/2026).
BRMS memproduksi 2.236 kilogram (kg) emas (71.886 oz) sepanjang 2025, naik 11 persen dibandingkan 2024 yang sebesar 2.021 kg (64.983 oz). Sementara perak mencapai 6.202 kg (199.385 oz), melesat 45 persen dari 2024 yang mencapai 4.266 kg (137.149 oz).
Meski begitu, penjualan emas ditopang oleh kenaikan harga jual rata-rata 38 persen dari USD2.442 per oz pada tahun 2024 menjadi USD3.371 per oz. Sementara harga perak naik 5 persen dari USD26,26 per oz menjadi USD35,31 per oz.
BRMS juga mencatat penurunan kadar bijih emas yang ditambang sepanjang 2025 menjadi 1,44 gram per ton, lebih rendah dibandingkan 2024 yang sebesar 5,26 gram per ton. Penurunan itu disebabkan oleh operasi pushback yang berlangsung pada kuartal IV-2025 hingga kuartal I-2026.
"Meski demikian, kami masih mampu memproduksi hampir 72.000 oz emas pada 2025 atau meningkat 11 persen dibanding produksi 2024," kata Presiden Direktur PT Citra Palu Minerals, Damar Kusmanto.
Damar mengatakan, setelah operasi pushback selesai, Citra Palu Minerals yang merupakan anak usaha BRMS diharapkan dapat memulai penambangan bijih dengan kadar emas lebih tinggi dari area baru pada kuartal II-2026.
(Rahmat Fiansyah)