Namun, menurut dia, perhatian utama investor saat ini bukan hanya terkait klasifikasi pasar, melainkan kapan kebijakan freeze tersebut akan berakhir.
“Banyak yang berekspektasi bahwa Indonesia akan tetap di emerging market. Ini sebenarnya hal yang masih diwanti-wanti oleh investor. Saya melihat poin utama selain dari country classification adalah kapan periode freeze di Indonesia akan dibuka,” ujar Michael, Senin (22/6/2026).
Menurut Reuters, risiko penurunan status Indonesia menjadi pasar frontier market memang dinilai relatif kecil. Namun, jika skenario tersebut terjadi, dampaknya dapat memicu tekanan besar di pasar saham domestik.
Penurunan status MSCI akan memaksa dana pasif yang mengikuti indeks MSCI melakukan penyesuaian portofolio.
Investor aktif juga berpotensi mengurangi eksposur terhadap saham Indonesia karena sebagian mandat investasi membatasi kepemilikan aset dari negara berstatus frontier market.