AALI
8525
ABBA
580
ABDA
0
ABMM
1480
ACES
1350
ACST
250
ACST-R
0
ADES
2940
ADHI
880
ADMF
7675
ADMG
220
ADRO
1335
AGAR
370
AGII
1300
AGRO
2390
AGRO-R
0
AGRS
254
AHAP
63
AIMS
344
AIMS-W
0
AISA
206
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
590
AKRA
3880
AKSI
430
ALDO
720
ALKA
238
ALMI
242
ALTO
322
Market Watch
Last updated : 2021/09/17 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
459.02
0.03%
+0.16
IHSG
6133.25
0.38%
+23.30
LQ45
862.44
-0.03%
-0.26
HSI
24920.76
1.03%
+252.91
N225
30500.05
0.58%
+176.71
NYSE
16576.77
-0.3%
-50.11
Kurs
HKD/IDR 1,825
USD/IDR 14,220
Emas
805,205 / gram

BUMN Kesehatan dan Energi Siap IPO, Erick: Bursa Harus Jadi yang Terbesar di ASEAN

MARKET NEWS
Firda Dwi Muliawati
Rabu, 15 September 2021 15:47 WIB
Menteri BUMN, Erick Thohir mengatakan, sudah seyogyanya negara sebesar Indonesia memiliki sektor energi dan kesehatan yang maju.
BUMN Kesehatan dan Energi Siap IPO, Erick: Bursa Harus Jadi yang Terbesar di ASEAN

IDXChannel - Rencana Kementerian Badan Usaha Milik negara (BUMN) untuk melakukan IPO atau Initial Public Offering sektor kesehatan dan energi pada Bursa Efek Indonesia (BEI), menjadi pertanyaan. Menteri BUMN, Erick Thohir mengatakan, sudah seyogyanya negara sebesar Indonesia memiliki sektor energi dan kesehatan yang maju.

Mengutip program Special Dialogue IDX Channel, Rabu (14/9/2021), dalam wawancaranya, Erick Thohir menyebutkan bahwa rencana IPO sektor kesehatan dan energi di BEI adalah sebuah upaya untuk mendukung  Indonesia memiliki ketahanan energi serta kesehatan yang baik.

“Tentu dalam melaksanakan hal ini, kita tidak bisa hanya berpangku tangan mengharapkan dukungan full dari pemerintah. Tetapi, transformasi, sesuai adaptasi market ini, yang kita harus lakukan,” pungkas Erick, menjawab pertanyaan mengenai rencana listing sektor kesehatan dan energi di lantai bursa, melansir program Special Dialogue IDX Channel, Rabu (14/9/2021).

Selain itu, Erick menambahkan, perubahan yang ada pada sektor kesehatan dan energi, merupakan perwujudaan dari inovasi yang telah diluncurkan. Sehingga, adanya manfaat atau benefit secara bersama-sama, termasuk secara korporasi, partnership dengan ahli, dan meningkatkan rating value.

“Masyarakat Indonesia menjadi bagian daripada tadi, investasi. Karena kita juga mempunyai cita-cita bagaimana bursa kita harus menjadi yang terbesar juga di Asia Tenggara,” tambah Erick, mengenai harapan untuk Bursa Efek Indonesia, Rabu (15/9/2021).

Oleh karena itu, BUMN kedepannya akan melihat kesempatan dengan lebih jeli lagi termasuk dalam bidang teknologi. Dimana investasi pada perusahaan teknologi juga digencarkan untuk menjadi bagian dari kemajuan tren teknologi. (FIRDA/NDA)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD