Selain soal The Fed, risalah rapat terbaru Bank of Japan (BOJ) mengindikasikan bahwa bank sentral tersebut terus menaikkan suku bunga jika proyeksi ekonomi dan inflasi terwujud. Namun, sebagian pengambil kebijakan mengungkapkan kekhawatiran atas risiko yang timbul dari dinamika kebijakan perdagangan AS.
Wall Street Hijau
Sementara itu, indeks utama saham AS alias Wall Street ditutup menguat pada Rabu seiring pasar mencermati pengakuan The Fed bahwa risiko inflasi dan pengangguran kini meningkat.
Dow Jones Industrial Average naik 0,7 persen ke 41.114, S&P 500 naik 0,4 persen ke 5.631,3, dan Nasdaq Composite menguat 0,3 persen ke 17.738,2. Sebagian besar sektor mencatatkan kenaikan, dipimpin oleh sektor konsumsi dan teknologi.
Melansir MT Newswires, Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 4,25 persen hingga 4,50 persen untuk pertemuan ketiga berturut-turut. Sebelumnya, The Fed telah memangkas suku bunga sebesar 50 basis poin pada September, diikuti 25 basis poin pada November dan Desember.
"Ketidakpastian mengenai prospek ekonomi meningkat lebih jauh," demikian pernyataan FOMC.