"Komite memperhatikan risiko di kedua sisi mandat gandanya dan menilai bahwa risiko pengangguran dan inflasi yang lebih tinggi telah meningkat."
Presiden AS Donald Trump secara berulang menyerukan pemangkasan suku bunga oleh The Fed.
"Kemungkinan respons yang tepat dari The Fed terhadap peningkatan risiko ini adalah bersikap reaktif, bukan pre-emptive," ujar Kepala Ekonom AS dari Oxford Economics Ryan Sweet dalam pernyataan tertulis kepada MT Newswires. "The Fed tidak mungkin memangkas suku bunga lebih awal dari proyeksi kami pada Desember, kecuali ada tanda-tanda jelas bahwa pasar tenaga kerja memburuk."
Bulan lalu, Trump mengumumkan jeda tarif selama 90 hari terhadap negara-negara yang tidak membalas kebijakan tarif AS. Washington dan China masih menemui jalan buntu dalam pembicaraan tarif, meskipun pertemuan antara pejabat kedua negara dijadwalkan berlangsung di Swiss akhir pekan ini.
Pada Kamis, Uni Eropa diperkirakan mengungkap daftar produk asal AS senilai lebih dari USD 100 miliar yang bisa dikenai tarif jika pembicaraan dagang dengan pemerintahan Trump gagal, menurut laporan The Wall Street Journal.