Indeks saham Wall Street stabil setelah sesi yang bergejolak pada Senin, seiring S&P 500 bangkit dari pelemahan awal dan ditutup mendatar, sementara Nasdaq Composite naik 0,4 persen.
Investor memanfaatkan aksi beli saat harga turun setelah konflik di Timur Tengah meluas hingga Lebanon.
Dengan belum terlihat tanda-tanda berakhirnya permusuhan, seorang pejabat Garda Revolusi Iran pada Senin menyatakan Selat Hormuz ditutup untuk lalu lintas laut dan negaranya akan menembaki kapal mana pun yang mencoba melintas.
Harga minyak dan gas melonjak pada Senin. Kontrak berjangka Brent sempat melesat hingga 13 persen ke USD82,37 per barel, tertinggi sejak Januari 2025, sebelum akhirnya ditutup naik 7,1 persen di level USD78,07 per barel. Di pasar gas alam, harga acuan Eropa dan LNG Asia melonjak sekitar 40 persen.
Lonjakan harga energi ini mempersulit upaya Federal Reserve (The Fed) dalam menjaga inflasi tetap terkendali, di tengah perbedaan pandangan para pembuat kebijakan mengenai dampak kecerdasan buatan terhadap ekonomi AS.