sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Bursa Asia Lanjut Melemah, Konflik Timur Tengah Picu Kekhawatiran Inflasi

Market news editor TIM RISET IDX CHANNEL
03/03/2026 08:55 WIB
Investor mencermati dampak serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran terhadap harga energi dan ekonomi global.
Bursa Asia Lanjut Melemah, Konflik Timur Tengah Picu Kekhawatiran Inflasi. (Foto: Reuters)
Bursa Asia Lanjut Melemah, Konflik Timur Tengah Picu Kekhawatiran Inflasi. (Foto: Reuters)

Data manufaktur ISM yang dirilis Senin menunjukkan aktivitas tumbuh stabil pada Februari, namun indikator harga di tingkat pabrik melonjak ke level tertinggi dalam hampir tiga setengah tahun di tengah tarif, menyoroti risiko kenaikan inflasi bahkan sebelum serangan yang dipimpin AS terhadap Iran mendorong harga minyak meroket.

Futures Fed funds menunjukkan probabilitas tersirat sebesar 97,5 persen bahwa bank sentral AS akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan dua hari berikutnya yang berakhir 18 Maret, menurut alat FedWatch milik CME Group.

Peluang suku bunga tetap pada Juni, yang sebelumnya di bawah 50 persen, meningkat pada Senin dan kini sedikit di atas peluang imbang.

Indeks dolar AS, yang mengukur kekuatan greenback terhadap sekeranjang enam mata uang utama, bertahan dekat level tertinggi enam pekan di 98,494 karena serangan terhadap Iran mengguncang pasar dan mata uang tersebut kembali diminati sebagai aset safe haven.

Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun terakhir turun 1,9 basis poin ke 4,0288 persen. (Aldo Fernando)

Halaman : 1 2 3 Lihat Semua
Advertisement
Advertisement