Kontrak berjangka S&P 500 e-mini turun 0,4 persen dan Nasdaq e-mini melemah 0,5 persen. Di sisi lain, harga logam mulia bergerak tidak menentu setelah sempat mengalami flash crash.
“Kemajuan dalam upaya mencegah penutupan pemerintah akan memperkuat imbal hasil obligasi AS dan dolar, sementara meningkatnya risiko shutdown akan membuat pasar lebih digerakkan oleh sentimen berita, di tengah potensi penundaan rilis data,” ujar Kepala Strategi Desk Suku Bunga dan Valuta Asing di Mizuho Tokyo, Shoki Omori, dikutip Reuters.
Pada Kamis, indeks saham di Wall Street melemah setelah laporan kinerja Microsoft yang kurang meyakinkan memicu kekhawatiran terhadap prospek investasi kecerdasan buatan perusahaan tersebut.
Indeks S&P 500 ditutup turun 0,1 persen, sementara Nasdaq Composite merosot 0,7 persen.
Indeks dolar AS, yang mengukur kekuatan dolar terhadap enam mata uang utama dunia, menguat 0,3 persen ke level 96,441 setelah Trump menyatakan akan mengumumkan calon pengganti Ketua Federal Reserve Jerome Powell pada Jumat.