Menurut dia, kondisi tersebut membuat banyak bank sentral menunda atau bahkan membatalkan langkah kebijakan yang sebelumnya diperkirakan terjadi pada Maret dan April.
“Perkembangan di lapangan menunjukkan potensi kenaikan harga lebih lanjut dan kemungkinan premi risiko tetap tinggi,” kata Kasman.
Di kawasan regional, perhatian juga tertuju pada data ekonomi China yang dirilis Senin.
Penjualan ritel pada Februari diperkirakan meningkat setelah awal tahun yang lesu, sementara pertumbuhan produksi industri diperkirakan bertahan di sekitar 5 persen.
Pejabat tinggi AS dan China juga bertemu di Paris untuk membahas potensi kesepakatan di bidang pertanian, mineral kritis, dan perdagangan terkelola yang akan dipertimbangkan oleh Trump dan Presiden China Xi Jinping dalam pertemuan di Beijing.