IDXChannel — Bursa saham Asia terkoreksi usai menyentuh level tertinggi sepanjang masa pada Selasa (28/4/2026), di tengah kehati-hatian investor mencermati konflik geopolitik di Timur Tengah serta menanti rilis kinerja emiten besar dan keputusan bank sentral global.
Ketidakpastian masih membayangi setelah Amerika Serikat (AS) meninjau proposal terbaru dari Iran untuk mengakhiri konflik.
Namun, Presiden Donald Trump dilaporkan belum puas karena proposal tersebut tidak mencakup isu program nuklir Iran.
Kondisi ini membuat konflik yang telah berlangsung sekitar dua bulan masih menemui jalan buntu.
Dampaknya, distribusi energi dan komoditas lain melalui Selat Hormuz, jalur vital perdagangan global, masih terganggu, menambah kekhawatiran pasar terhadap pasokan.