Sentimen negatif juga datang dari Wall Street setelah saham-saham teknologi mengalami tekanan pada perdagangan sebelumnya. Kondisi tersebut turut membebani pergerakan pasar saham Asia.
Indeks Nikkei Jepang turun 1,23 persen, sementara Kospi Korea Selatan merosot 3,62 persen. Di Hong Kong, Hang Seng melemah 0,52 persen dan indeks ASX 200 Australia turun 0,46 persen.
Di sisi lain, pasar China menunjukkan ketahanan yang lebih baik dengan Shanghai Composite menguat 0,29 persen. Indeks STI Singapura bergerak relatif datar.
Kontrak berjangka saham AS juga menunjukkan pelemahan. E-mini Nasdaq 100 turun 1 persen, diikuti E-mini S&P 500 yang terkoreksi 0,5 persen dan E-mini Dow Jones yang melemah 0,1 persen.
Sementara itu, harga minyak bergerak bervariasi di tengah ketidakpastian pasokan dari Timur Tengah. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun 0,3 persen menjadi USD92,74 per barel, sedangkan Brent relatif stabil di level USD95 per barel.