IDXChannel - Bursa saham Asia bergerak melemah pada perdagangan Jumat (15/5/2026), tertekan aksi ambil untung di saham teknologi dan semikonduktor meski Wall Street semalam ditutup menguat ke rekor tertinggi baru.
Indeks Nikkei 225 Jepang turun 1,21 persen ke bawah level 62.550 pada pukul 09.02 WIB, memperpanjang pelemahan hari sebelumnya setelah saham-saham teknologi mengalami tekanan.
Sementara itu, indeks KOSPI Korea Selatan anjlok 2,70 persen usai reli panjang sektor AI dan chip.
Pelemahan juga terjadi di kawasan lain. Shanghai Composite turun 0,88 persen, Hang Seng Hong Kong melemah 0,86 persen, ASX 200 Australia terkoreksi 0,17 persen, dan STI Singapura turun 0,09 persen.
Di sisi lain, mengutip Dpa AFX, sentimen global masih mendapat dukungan dari penguatan Wall Street semalam.
Indeks Dow Jones Industrial Average melonjak 0,8 persen ke 50.063,46 dan kembali menembus level psikologis 50.000 untuk pertama kalinya dalam tiga bulan terakhir.
Indeks Nasdaq naik 0,9 persen ke 26.635,22, sementara S&P 500 menguat 0,9 persen ke rekor penutupan baru 7.501,24.
Penguatan dipicu optimisme terhadap sektor AI serta meredanya kekhawatiran investor terhadap prospek ekonomi global.
Bursa Eropa juga ditutup menguat. Indeks DAX Jerman naik 1,3 persen, CAC 40 Prancis bertambah 0,9 persen, dan FTSE 100 Inggris menguat 0,5 persen.
Dari pasar komoditas, harga minyak mentah masih bergerak naik tipis di tengah ketegangan geopolitik Timur Tengah.
Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juni naik 0,29 persen ke USD101,31 per barel, seiring belum adanya kemajuan berarti dalam pembicaraan damai antara Amerika Serikat dan Iran terkait Selat Hormuz.
Meski demikian, optimisme pasar sempat tertopang oleh pertemuan Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping di Beijing.
Kedua negara disebut sepakat menjaga stabilitas hubungan dan mempertahankan jalur pelayaran Selat Hormuz tetap terbuka, sehingga membantu meredakan kekhawatiran gangguan pasokan energi global. (Aldo Fernando)