sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Bursa Asia Melemah, Prospek Kenaikan Suku Bunga Tekan Sentimen Pasar

Market news editor TIM RISET IDX CHANNEL
31/08/2026 09:22 WIB
Bursa Asia bergerak melemah pada perdagangan Senin (31/8/2026), menyusul meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap potensi kenaikan suku bunga untuk menekan infl
Bursa Asia Melemah, Prospek Kenaikan Suku Bunga Tekan Sentimen Pasar. (Foto: Reuters)
Bursa Asia Melemah, Prospek Kenaikan Suku Bunga Tekan Sentimen Pasar. (Foto: Reuters)

IDXChannel - Bursa Asia bergerak melemah pada perdagangan Senin (31/8/2026), menyusul meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap potensi kenaikan suku bunga untuk menekan inflasi.

Tekanan terbesar terjadi di Jepang dan Korea Selatan setelah komentar hawkish Ketua Federal Reserve (The Fed) Kevin Warsh memperkuat ekspektasi bahwa bank sentral Amerika Serikat masih dapat menaikkan suku bunga.

Indeks Nikkei 225 Jepang merosot 1,97 persen ke level 65.096,63 pada perdagangan awal.

Sementara itu, indeks Topix turun lebih terbatas sebesar 0,84 persen menjadi 4.111,71.

Pasar Jepang juga menghadapi tekanan dari meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga Bank of Japan (BoJ) pada pertemuan bulan depan.

Imbal hasil obligasi pemerintah Jepang bahkan naik ke level tertinggi baru dalam beberapa dekade pada perdagangan Senin.

Ekonom Senior Sony Financial Group Takayuki Miyajima mengatakan sentimen investor tertekan oleh pelemahan bursa saham Amerika Serikat pada pekan lalu serta meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga di AS.

“Selain penurunan saham AS pekan lalu, meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga AS setelah pernyataan Ketua The Fed Warsh kemungkinan membebani sentimen investor,” ujar Miyajima dalam sebuah catatan, dikutip Reuters.

Meski demikian, ia menilai saham-saham sektor keuangan berpotensi mendapat dukungan dari ekspektasi kenaikan suku bunga domestik, sehingga indeks Topix diperkirakan mampu bertahan lebih baik dibandingkan Nikkei 225.

Tekanan juga melanda bursa Korea Selatan. Indeks Kospi jatuh 2,46 persen atau 167,29 poin ke level 6.621,59.

Saham-saham teknologi menjadi salah satu pemberat utama, dengan Samsung Electronics turun 2,72 persen dan SK Hynix merosot 3,27 persen. LG Energy Solution juga turun 0,54 persen.

Di kawasan China, indeks Shanghai Composite melemah 0,19 persen, sementara CSI 300 turun 0,65 persen. Indeks Hang Seng Hong Kong juga terkoreksi 0,99 persen.

Pernyataan Warsh pada Jumat pekan lalu menjadi salah satu perhatian utama investor.

Ia mengatakan The Fed masih “memiliki pekerjaan yang harus dilakukan” apabila para pembuat kebijakan belum memperoleh keyakinan bahwa inflasi bergerak menuju target 2 persen.

Pernyataan tersebut memperkuat spekulasi bahwa kenaikan suku bunga masih menjadi salah satu opsi untuk meredakan tekanan harga.

Di tengah pelemahan mayoritas bursa Asia, sejumlah pasar masih bergerak di zona hijau.

Indeks ASX 200 Australia naik tipis 0,03 persen, sedangkan Straits Times Index (STI) Singapura menguat 0,39 persen. (Aldo Fernando)

Halaman : 1 2 3 4
Advertisement
Advertisement