IDXChannel - Stok minyak sawit Indonesia mulai menyusut seiring normalisasi ekspor, sementara risiko cuaca ekstrem berpotensi menjadi katalis baru bagi harga crude palm oil (CPO) mulai akhir 2026 hingga 2027.
Analis CGS International Sekuritas Indonesia (CGSI) Rut Yesika Simak dan Bob Setiadi menilai penurunan stok sawit saat ini lebih mencerminkan normalisasi pengiriman ekspor, bukan defisit pasokan struktural.
Namun, kondisi cuaca yang semakin kering berpotensi memberikan weather premium pada harga CPO mulai kuartal IV-2026.
Dalam riset yang terbit pada 27 Agustus 2026, CGSI mengutip data Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) yang menunjukkan produksi gabungan CPO dan palm kernel oil (PKO) pada Juni 2026 naik 15,8 persen secara bulanan menjadi 5,3 juta ton.
Dengan demikian, total produksi pada semester I-2026 mencapai 30,3 juta ton, tumbuh 8,6 persen secara tahunan dan telah mencapai sekitar 53 persen dari proyeksi CGSI untuk sepanjang 2026.