Ada tiga alasan utama di balik pilihan tersebut. Pertama, valuasinya dinilai paling murah di antara emiten yang dicakup CGSI, dengan sekitar 7 kali price-to-earnings ratio (P/E) berdasarkan estimasi 2026.
Kedua, DSNG dinilai memiliki profil environmental, social, and governance (ESG) terbaik di antara perusahaan sejenis dalam cakupan CGSI. Ketiga, proses deleveraging yang cepat berpotensi menurunkan beban keuangan perseroan.
CGSI melihat potensi kenaikan saham sektor perkebunan apabila ekspor lebih kuat dari perkiraan, penyerapan biodiesel B50 meningkat, dan harga CPO menguat.
Sebaliknya, risiko penurunan berasal dari produksi yang lebih tinggi dari perkiraan, pelemahan harga minyak nabati lainnya, serta kenaikan biaya akibat regulasi. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.