Di sisi lain, ekspor melonjak 64,1 persen secara bulanan menjadi 3,3 juta ton pada Juni 2026. Konsumsi domestik juga meningkat 5,9 persen menjadi 2,2 juta ton.
Lonjakan ekspor tersebut membuat stok CPO dan PKO turun 6,5 persen secara bulanan menjadi 2,8 juta ton. Rasio stok terhadap penggunaan secara tahunan juga turun menjadi 4,3 kali dari 6,2 kali pada Mei 2026.
Meski stok menyusut, CGSI belum melihat kondisi tersebut sebagai indikasi kekurangan pasokan.
Pasalnya, pertumbuhan produksi sepanjang semester I-2026 masih lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan konsumsi domestik dan ekspor.
Risiko Cuaca Menguat
Perhatian pasar kini beralih pada kondisi cuaca. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan musim kemarau mencapai puncaknya pada Agustus-September 2026.