Tekanan tersebut membuat yen Jepang melemah ke posisi terendah dalam dua tahun terhadap dolar, sehingga memicu spekulasi intervensi dari otoritas Jepang untuk menahan pelemahan lebih lanjut.
Meski pasar tengah berada dalam mode risk-on, sejumlah analis mengingatkan bahwa stabilitas di Selat Hormuz masih rentan.
Di Wall Street, indeks berjangka (futures) turun 0,2 persen setelah reli sebelumnya.
Di sisi korporasi, saham Intel Corporation melonjak 10 persen ke rekor tertinggi setelah Presiden AS Donald Trump menyebut Apple Inc. telah sepakat bekerja sama dengan Intel untuk desain dan produksi chip di AS. (Aldo Fernando)