IDXChannel - Bursa saham Asia beragam pada Kamis (30/7/2026), setelah gejolak tajam di sektor teknologi sepanjang pekan dan keputusan bank sentral Amerika Serikat (AS) atau Federal Reserve (The Fed) yang kembali mempertahankan suku bunga acuan.
Pelaku pasar masih mencermati arah kebijakan moneter The Fed ke depan.
Meski suku bunga ditahan, perbedaan pandangan di internal bank sentral AS memunculkan ketidakpastian mengenai peluang kenaikan suku bunga berikutnya untuk meredam inflasi.
Di saat yang sama, mengutip Reuters, imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor panjang naik ke level tertinggi dalam 19 tahun.
Di kawasan Asia, perhatian investor masih tertuju pada saham-saham semikonduktor setelah aksi jual besar-besaran di Korea Selatan mengguncang sentimen pasar.
Kekhawatiran terhadap besarnya belanja infrastruktur kecerdasan buatan (AI) dan potensi imbal hasilnya memicu volatilitas tinggi pada saham teknologi.