sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Bursa Asia Rebound usai Trump Tunda Serangan ke Infrastruktur Iran

Market news editor TIM RISET IDX CHANNEL
24/03/2026 09:12 WIB
Bursa saham Asia bangkit pada Selasa (24/3/2026), berbalik arah dari pelemahan tajam sehari sebelumnya.
Bursa Asia Rebound usai Trump Tunda Serangan ke Infrastruktur Iran. (Foto: Reuters)
Bursa Asia Rebound usai Trump Tunda Serangan ke Infrastruktur Iran. (Foto: Reuters)

IDXChannel - Bursa saham Asia bangkit pada Selasa (24/3/2026), berbalik arah dari pelemahan tajam sehari sebelumnya setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan militer AS akan menunda serangan terhadap infrastruktur energi Iran selama lima hari.

Dalam unggahan di Truth Social pada Senin, Trump mengatakan, “AS dan Iran telah melakukan pembicaraan yang sangat baik dan produktif terkait penyelesaian penuh dan total atas permusuhan di Timur Tengah.”

Trump juga menyebut Iran ingin “menyelesaikan” perang, meski Kementerian Luar Negeri Iran membantah adanya perundingan dengan AS dan menegaskan negara-negara kawasan tengah berupaya mendorong diplomasi.

Indeks Nikkei Jepang naik 0,6 persen pada awal perdagangan setelah sebelumnya jatuh 3,5 persen, sementara Kospi Korea Selatan menguat 0,8 persen setelah merosot 6,5 persen pada sesi sebelumnya.

Indeks S&P/ASX 200 Australia naik 0,2 persen dan Hang Seng menguat 0,82 persen, sedangkan Shanghai Composite turun 0,04 persen dan STI Singapura melemah 0,23 persen.

Kepala Ekonom National Australia Bank Sally Auld mengatakan pasar menyambut positif kabar tersebut meski narasi antara AS dan Iran belum sepenuhnya konsisten.

“Meski belum ada narasi yang konsisten antara AS dan Iran, pasar menerima kabar baik ini apa adanya. Berita bahwa negara lain berupaya meredakan perang juga disambut baik,” ujarnya, seperti dikutip Mengutip Dow Jones Newswires.

Mesir, Turki, dan Pakistan dilaporkan melakukan pembicaraan terpisah dengan utusan khusus AS Steve Witkoff dan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi.

Mesir juga berkomunikasi dengan perwakilan Korps Garda Revolusi Islam Iran, menurut laporan The Wall Street Journal yang mengutip pejabat Arab.

Meski bursa saham Asia reli, harga minyak mentah berjangka kembali naik setelah penurunan tajam pada Senin, seiring keraguan pasar terhadap peluang tercapainya kesepakatan dalam waktu dekat.

Tim riset RBC Capital Markets menyatakan belum jelas sejauh mana pembicaraan jalur belakang berkembang atau apakah Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) bersedia menyelesaikan konflik saat masih menguasai Selat Hormuz.

“Kami skeptis bahwa kesepakatan jangka panjang bisa tercapai dalam hitungan hari. Israel masih melanjutkan serangan terhadap infrastruktur di sekitar Teheran dan pemadaman listrik meluas,” tulis tim riset tersebut.

Militer Israel juga menyatakan terlibat pertempuran dengan Hizbullah di Lebanon selatan, setelah sebelumnya melancarkan serangan terhadap infrastruktur kelompok itu di Beirut.

Data ICE menunjukkan kontrak minyak West Texas Intermediate (WTI) naik 3,6 persen ke USD91,29 per barel setelah turun 10,3 persen pada Senin, sementara Brent menguat 3,0 persen ke USD102,96 per barel setelah sebelumnya anjlok 10,9 persen. (Aldo Fernando)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement