Tim riset RBC Capital Markets menyatakan belum jelas sejauh mana pembicaraan jalur belakang berkembang atau apakah Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) bersedia menyelesaikan konflik saat masih menguasai Selat Hormuz.
“Kami skeptis bahwa kesepakatan jangka panjang bisa tercapai dalam hitungan hari. Israel masih melanjutkan serangan terhadap infrastruktur di sekitar Teheran dan pemadaman listrik meluas,” tulis tim riset tersebut.
Militer Israel juga menyatakan terlibat pertempuran dengan Hizbullah di Lebanon selatan, setelah sebelumnya melancarkan serangan terhadap infrastruktur kelompok itu di Beirut.
Data ICE menunjukkan kontrak minyak West Texas Intermediate (WTI) naik 3,6 persen ke USD91,29 per barel setelah turun 10,3 persen pada Senin, sementara Brent menguat 3,0 persen ke USD102,96 per barel setelah sebelumnya anjlok 10,9 persen. (Aldo Fernando)