Penutupan efektif selat ini juga sempat mengganggu pasokan komoditas lain, termasuk pupuk.
Dewan Keamanan Nasional Iran pun setuju memberikan “lintasan aman” bagi kapal dan memulai negosiasi dengan AS Jumat ini.
Meski demikian, analis tetap berhati-hati menilai situasi.
“Perkembangan ini jelas positif, tapi ujian sebenarnya adalah apakah ini menjadi kesepakatan tahan lama, bukan sekadar jeda rapuh,” kata analis Saxo Markets Charu Chanana.
Analis eToro Josh Gilbert menambahkan, penurunan harga minyak jelas meringankan tekanan inflasi dan mengurangi hambatan utama bagi pasar saham.
Harga minyak pagi ini tercatat di bawah 100 USD per barel, seiring minyak WTI anjlok 14 persen menjadi USD97,59, dan Brent jatuh 12,5 persen ke USD95,65, menurut data ICE.