Gilbert memperingatkan, “Investor jangan terlalu cepat senang. Trump sebelumnya sering memperpanjang tenggat, dan jendela dua minggu bukan penyelesaian permanen.”
Sentimen risiko kembali membaik. Analis Pepperstone Michael Brown menilai, pasar telah lama menantikan kabar baik dan langkah konkret de-eskalasi, sehingga wajar jika investor kini kembali agresif.
Obligasi pemerintah Asia menguat seiring penurunan imbal hasil: Jepang turun 4,5 basis poin ke 2,360 persen, Australia 10 basis poin ke 4,888 persen, dan Selandia Baru 9 basis poin ke 4,633 persen.
Mayoritas mata uang Asia juga menguat terhadap dolar AS. Yen turun 0,6 persen ke 158,68, won 1,1 persen ke 1.479,70, baht 1 persen ke 32,14, sedangkan dolar Australia naik 1,1 persen ke 0,7050 USD dan dolar Selandia Baru 1 persen ke 0,5786 USD. (Aldo Fernando)