sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Bursa Asia Reli usai Gencatan Senjata AS-Iran, Nikkei-KOSPI Melonjak 5 Persen

Market news editor TIM RISET IDX CHANNEL
08/04/2026 09:42 WIB
Bursa Asia melesat Rabu (8/4/2026) setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan gencatan senjata dua pekan dengan Iran.
Bursa Asia Reli usai Gencatan Senjata AS-Iran, Nikkei-KOSPI Melonjak 5 Persen. (Foto: Reuters)
Bursa Asia Reli usai Gencatan Senjata AS-Iran, Nikkei-KOSPI Melonjak 5 Persen. (Foto: Reuters)

IDXChannel - Bursa Asia melesat Rabu (8/4/2026) setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan gencatan senjata dua pekan dengan Iran, mendorong kenaikan saham sekaligus menekan harga minyak. Optimisme pasar muncul dari harapan konflik segera mereda.

Indeks saham dan obligasi pemerintah menguat pada perdagangan pagi. Sementara harga minyak turun tajam, meredakan kekhawatiran lonjakan inflasi berbasis komoditas yang dapat membebani pertumbuhan ekonomi, terutama di kawasan Asia yang bergantung pada energi impor.

Di pasar saham, Nikkei Jepang melonjak 5,04 persen, Kospi Korea Selatan naik 5,97 persen didorong reli saham chip, S&P/ASX 200 Australia bertambah 2,58 persen.

Kemudian, Shanghai Composite 1,76 persen, Hang Seng Hong Kong 2,61 persen, dan STI Singapura 0,59 persen.

Melansir dari Dow Jones Newswires, Trump menyetujui penghentian serangan ke Iran selama dua pekan dengan syarat Selat Hormuz, jalur vital yang mengalirkan seperlima pasokan minyak dunia, dibuka kembali segera.

Penutupan efektif selat ini juga sempat mengganggu pasokan komoditas lain, termasuk pupuk.

Dewan Keamanan Nasional Iran pun setuju memberikan “lintasan aman” bagi kapal dan memulai negosiasi dengan AS Jumat ini.

Meski demikian, analis tetap berhati-hati menilai situasi.

“Perkembangan ini jelas positif, tapi ujian sebenarnya adalah apakah ini menjadi kesepakatan tahan lama, bukan sekadar jeda rapuh,” kata analis Saxo Markets Charu Chanana.

Analis eToro Josh Gilbert menambahkan, penurunan harga minyak jelas meringankan tekanan inflasi dan mengurangi hambatan utama bagi pasar saham.

Harga minyak pagi ini tercatat di bawah 100 USD per barel, seiring minyak WTI anjlok 14 persen menjadi USD97,59, dan Brent jatuh 12,5 persen ke USD95,65, menurut data ICE.

Gilbert memperingatkan, “Investor jangan terlalu cepat senang. Trump sebelumnya sering memperpanjang tenggat, dan jendela dua minggu bukan penyelesaian permanen.”

Sentimen risiko kembali membaik. Analis Pepperstone Michael Brown menilai, pasar telah lama menantikan kabar baik dan langkah konkret de-eskalasi, sehingga wajar jika investor kini kembali agresif.

Obligasi pemerintah Asia menguat seiring penurunan imbal hasil: Jepang turun 4,5 basis poin ke 2,360 persen, Australia 10 basis poin ke 4,888 persen, dan Selandia Baru 9 basis poin ke 4,633 persen.

Mayoritas mata uang Asia juga menguat terhadap dolar AS. Yen turun 0,6 persen ke 158,68, won 1,1 persen ke 1.479,70, baht 1 persen ke 32,14, sedangkan dolar Australia naik 1,1 persen ke 0,7050 USD dan dolar Selandia Baru 1 persen ke 0,5786 USD. (Aldo Fernando)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement