IDXChannel - Nilai tukar rupiah melemah hingga menyentuh level Rp17.105 per USD pada Selasa (7/4/2026) lalu, menjadi posisi terendah sejak krisis moneter 1998. Adapun saat krisis moneter 1998 rupiah berada di level Rp16.800 per USD.
Menanggapi hal itu, Mantan Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan dan Industri (Menko Ekuin) Ginandjar Kartasasmita mengatakan setiap krisis memiliki karakter dan penyebab yang berbeda. Begitu pula yang terjadi pada rupiah saat ini.
Oleh karena itu, kata Ginandjar, penanganannya pun tidak bisa disamaratakan dengan kondisi saat ini. Ia pun mengungkapkan kunci utama dalam mengatasi pelemahan rupiah pada saat krisis yaitu "kepercayaan".
Menurutnya, solusi paling mendasar untuk mengatasi pelemahan rupiah bukan sekadar kebijakan teknis seperti mencetak uang. Ia menilai, inti dari pemulihan adalah mengembalikan kepercayaan, baik dari pasar, pelaku ekonomi, maupun masyarakat.
“Kalau kita mencetak uang pun itu bukan jawaban. Jawabannya adalah bagaimana rupiah itu makin kuat dengan cara-cara yang kita lakukan sendiri,” kata Ginandjar dalam peluncuran bukunya yang berjudul "Pengabdian dari Masa ke Masa" di Jakarta, Kamis (9/4/2026).