Kerja sama yang solid ini membantu membangun kembali kredibilitas pemerintah di mata pasar. Ketika kebijakan terlihat konsisten dan terkoordinasi, kepercayaan perlahan mulai pulih.
"hasil ini dapat dicapai dalam waktu relatif singkat karena adanya konsistensi kebijakan," tambahnya.
Dalam bukunya, Ginandjar dipercaya oleh Presiden B.J Habibie untuk menjadi motor penggerak pembenahan ekonomi pada krisis 1998. Di mana saat itu ekonomi Indonesia nyaris runtuh, nilai rupiah terpuruk, inflasi melonjak hingga puluhan persen, perbankan kolaps, utang luar negeri swasta menumpuk, dan jutaan orang jatuh miskindalam waktu singkat.
Situiasi saat itu menuntut peran Ginandjar tak sekadar sebatas koordinator kebijakan, namun juga sebagai motor penggerak dan pembenahan ekonomi. Tugasnya pun sangat berat, seperti penanganan likuiditas, koordinasi restrukturisasi perbankan, negosiasi dengan IMF dan Bank Dunia, menjaga pasokan bahan pokok, menekan gejolak sosial akibat inflasi dan pengangguran, serta mengembalikan kepercayaaan pasar internasional yang nyaris hilang.