sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Mantan Menko Ekuin Ginandjar Kartasasmita Ungkap Kunci Utama Kembalikan Nilai Tukar Rupiah

Economics editor Ferdi Rantung
09/04/2026 21:50 WIB
Kunci utama dalam mengatasi pelemahan rupiah pada saat krisis yaitu kepercayaan.
Mantan Menko Ekuin Ginandjar Kartasasmita Ungkap Kunci Utama Kembalikan Nilai Tukar Rupiah. (Foto: Inews Media Group)
Mantan Menko Ekuin Ginandjar Kartasasmita Ungkap Kunci Utama Kembalikan Nilai Tukar Rupiah. (Foto: Inews Media Group)

Kerja sama yang solid ini membantu membangun kembali kredibilitas pemerintah di mata pasar. Ketika kebijakan terlihat konsisten dan terkoordinasi, kepercayaan perlahan mulai pulih.

"hasil ini dapat dicapai dalam waktu relatif singkat karena adanya konsistensi kebijakan," tambahnya.

Pelajaran penting: penggunaan kekuasaan

 

Di sesi peluncuran buku, Ginandjar Kartasasmita menyampaikan refleksi singkat mengenai dedikasinya yang tidak pernah berhenti pada kepentingan bangsa.

 

Ginandjar mengungkapkan tentang buku biografinya berjudul "Ginandjar Kartasasmita: Pengabdian dari Masa ke Masa – Perjalanan, Pergulatan Hidup, dan Pemikiran", berisikan catatan mengenai pengalaman-pengalamannya di masa lalu dan masa kini yang bisa menjadi perhatian bagi generasi yang akan datang.

 

“Salah satu pelajaran yang penting adalah bahwa kekuasaan itu harus digunakan dengan sebaik-baiknya. Dengan amanah. Karena kalau tidak digunakan dengan amanah kekuasaan itu bisa bisa liar. Bisa memukul diri sendiri dan bisa merugikan banyak orang,“ ujar Ginandjar.


Dalam peluncuran buku ini  dikisahkan pengalaman yang menyenangkan dan tidak menyenangkannya saat menjadi menteri dan wakil ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) dan Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD).

“Barangkali pengalaman-pengalaman saya ini ada manfaatnya buat generasi muda bisa belajar untuk siap berkorban. Siap untuk menghadapi yang paling buruk. Tetapi siap untuk memberikan yang sebaik-baiknya. Saya kira itu kata kuncinya,” kata Ginandjar.

Melengkapi seremoni peluncuran, diselenggarakan sesi bedah buku sebagai ruang refleksi kritis untuk menggali pemikiran strategis Ginandjar Kartasasmita. Diskusi ini menghadirkan tiga narasumber, Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, dan Menteri ATR/BPN (2016-2022) Sofyan A. Djalil.

Dalam tanggapannya, Sofyan Djalil menilai sosok Ginandjar Kartasasmita sebagai pribadi pekerja keras.  “Membaca buku ini kita bisa mengerti bagaimana Ginandjar muda bekerja sangat keras, juga sangat smart. Kemudian punya conviction luar biasa terhadap P3DN dan kemudian lahirnya pengusaha-pengusaha nasional yang sampai sekarang kita bangga," ujarnya.

"Itu adalah karena kerja beliau. Bagaimana Ginandjar membangun dan membentuk dirinya, ini saya lihat ada kombinasi dari smart masuk ITB kemudian di Jepang dalam tempo 5 tahun bisa menyelesaikan sarjana dengan bahasa Jepang khususnya. Beliau ini seorang pekerja keras,” tambah Sofyan.

Sementara menurut Rachmat Pambudy, sosok Ginandjar Kartasasmita berhasil meninggalkan legacy dalam pemikiran dan kepemimpinan.

“Kontribusi Ginandjar dalam meletakkan dasar-dasar hilirisasi dan pengembangan wirausaha nasional, termasuk konsep industrialisasi berbasis agroindustri. Ini menurut saya masih sangat relevan dan dapat menjadi pijakan menuju visi Indonesia Emas 2045,“ pungkas Rachmat Pambudy.

Rachmat Pambudy menambahkan jika Ginandjar di usianya saat ini masih bisa seperti Pak Mahathir, Indonesia pasti bisa lebih bagus daripada Malaysia.

Melengkapi acara peluncuran dan bedah buku, diadakan pula syukuran hari ulang tahun ke-85 Ginandjar Kartasasmita. Momen ini dihadiri oleh para kolega lintas zaman yang memberikan pengakuan atas integritas dan dedikasi beliau selama ini beserta keluarga dan kerabatnya. Acara ditutup dengan sajian hiburan dan ramah tamah, yang memperlihatkan sisi lain sang teknokrat yang tetap segar serta bersahaja di usia purnakaryanya.

Halaman : 1 2 3 4 Lihat Semua
Advertisement
Advertisement