IDXChannel - Bank Indonesia (BI) akan mengerahkan seluruh instrumen operasi moneter dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.
Pada perdagangan Selasa (7/4/2026), rupiah ditutup melemah 70 poin atau sekitar 0,41 persen ke level Rp17.105 per USD di tengah meningkatnya ketidakpastian global.
"BI akan mengoptimalkan pemanfaatan seluruh instrumen operasi moneter (OM) yang dimiliki dan juga kebijakan OM untuk menjaga stabilitas nilai tukar," ujar Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti dalam keterangan resminya, Selasa (7/4/2026).
Guna memastikan likuiditas tetap terjaga dan spekulasi tidak meluas, Destry menegaskan bahwa BI akan terus melakukan intervensi secara konsisten di pasar keuangan, baik di dalam maupun luar negeri.
“BI secara konsisten dan terukur akan selalu berada di pasar uang, baik di spot market, DNDF maupun NDF di offshore market,” tutur dia.