IDXChannel – Bursa Asia turun tajam pada perdagangan Kamis (15/10/2026) setelah inflasi konsumen Amerika Serikat (AS) pada September meningkat lebih cepat dari perkiraan.
Data tersebut kembali memicu kekhawatiran bahwa Federal Reserve atau The Fed masih membuka peluang menaikkan suku bunga tahun ini.
Indeks MSCI Asia-Pasifik di luar Jepang turun 1,2 persen. Tekanan paling besar datang dari Korea Selatan, dengan indeks KOSPI anjlok 7,89 persen.
Indeks Nikkei 225 Jepang juga merosot 4,64 persen.
Di pasar Asia lainnya, Shanghai Composite China turun 1,64 persen, Hang Seng Hong Kong melemah 1,06 persen, Straits Times Index (STI) Singapura turun 0,91 persen, sedangkan ASX 200 Australia relatif datar dengan penurunan 0,08 persen.
S&P 500 e-mini futures juga turun 0,3 persen.
Kepala Riset Pepperstone Group di Melbourne Chris Weston mengatakan, seperti dikutip Reuters, pasar Asia menghadapi sesi perdagangan yang kembali sulit.