sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Bursa Asia Terkoreksi, Pasar Cermati Prospek Damai Iran dan Arah Suku Bunga The Fed

Market news editor TIM RISET IDX CHANNEL
06/08/2026 09:20 WIB
Bursa saham Asia bergerak melemah pada Kamis (6/8/2026), setelah reli yang didorong optimisme terhadap sektor kecerdasan buatan (AI) mereda.
Bursa Asia Terkoreksi, Pasar Cermati Prospek Damai Iran dan Arah Suku Bunga The Fed
Bursa Asia Terkoreksi, Pasar Cermati Prospek Damai Iran dan Arah Suku Bunga The Fed

IDXChannel - Bursa saham Asia bergerak melemah pada Kamis (6/8/2026), setelah reli yang didorong optimisme terhadap sektor kecerdasan buatan (AI) mereda.

Di saat yang sama, harga minyak bergerak stabil seiring pelaku pasar mencermati peluang tercapainya kesepakatan damai antara Iran dan Amerika Serikat (AS).

Indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang turun 0,69 persen, dipimpin pelemahan saham-saham sektor teknologi.

Indeks Kospi Korea Selatan merosot 3,64 persen, sementara Nikkei 225 Jepang melemah 1,57 persen.

Di Seoul, saham Samsung Electronics turun 2,44 persen dan SK Hynix anjlok 6,95 persen. Sementara di Tokyo, saham Kioxia jatuh 9,61 persen dan Tokyo Electron terkoreksi 4,61 persen.

Pelemahan di Asia mengikuti penurunan Wall Street pada perdagangan sebelumnya.

Indeks Nasdaq mengakhiri reli yang telah berlangsung beberapa hari setelah saham SpaceX dan Advanced Micro Devices (AMD) melemah usai merilis laporan keuangan kuartalan.

Meski SpaceX menyoroti tingkat pengembalian investasi AI yang lebih cepat dari perkiraan, investor masih mempertanyakan seberapa lama bisnis Starlink yang selama ini menghasilkan laba mampu membiayai investasi besar-besaran untuk pembangunan pusat data (data center).

Sementara itu, kinerja AMD memang melampaui estimasi analis, tetapi masih belum memenuhi ekspektasi tinggi investor.

Di pasar energi, seorang sumber senior Iran dan dua pejabat kawasan mengatakan kepada Reuters bahwa rancangan kesepakatan antara Iran dan Oman untuk membantu mengakhiri perang yang telah berlangsung lima bulan antara Iran dan AS akan memberikan Teheran kendali atas kapal-kapal yang memasuki Teluk Persia melalui Selat Hormuz.

Konsesi tersebut dinilai sebagai salah satu yang terbesar yang pernah diberikan kepada Iran.

Harga minyak bergerak relatif stabil di kisaran USD70 per barel. Minyak mentah Brent turun 0,18 persen menjadi USD79,31 per barel, sedangkan West Texas Intermediate (WTI) AS melemah 0,35 persen ke USD74,96 per barel.

Analis Senior Geo-Ekonomi Commonwealth Bank of Australia, Madison Cartwright, menilai kesepakatan untuk membuka kembali Selat Hormuz kemungkinan tercapai pada awal September. Namun, ia tetap skeptis kesepakatan itu akan segera terwujud.

"Iran masih memiliki daya tawar yang kuat dan kemungkinan akan meminta konsesi tambahan dari AS dalam setiap kesepakatan baru," tulis Cartwright dalam catatannya, dikutip Reuters.

Pelaku pasar kini mengalihkan perhatian ke data ketenagakerjaan AS menjelang rilis laporan nonfarm payrolls pada Jumat (7/8/2026).

Data ADP yang dirilis Rabu menunjukkan sektor swasta AS hanya menambah 44.000 lapangan kerja pada Juli, melambat dari 95.000 pada Juni dan sekitar 25.000 lebih rendah dari ekspektasi pasar.

Ekonom yang disurvei Reuters memperkirakan laporan pemerintah AS menunjukkan penambahan 80.000 lapangan kerja pada Juli, setelah bertambah 57.000 pada Juni.

Tingkat pengangguran diperkirakan tetap berada di level 4,2 persen.

Sementara itu, berdasarkan CME FedWatch Tool, pasar berjangka kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed) pada pertemuan September sebesar sekitar 54 persen, turun dari 58 persen sehari sebelumnya. (Aldo Fernando)

Halaman : 1 2 3 4
Advertisement
Advertisement