IDXChannel - Bursa saham Asia kembali menguat pada Kamis (12/2/2026), berlawanan arah dengan Wall Street yang memerah semalam.
Indeks saham Nikkei Jepang melonjak menembus level 58.000 untuk pertama kalinya, melanjutkan reli sejak Perdana Menteri Sanae Takaichi meraih kemenangan telak dalam pemilu dengan kampanye peningkatan stimulus ekonomi.
Indeks acuan Nikkei 225 naik 0,04 persen, setelah sebelumnya sempat menyentuh puncak intraday di 58.004,72. Indeks Topix yang lebih luas menguat 0,50 persen. Sejauh ini, Nikkei telah naik 14 persen sepanjang tahun berjalan.
Kemudian, Indeks KOSPI Korea Selatan naik 2,58 persen ke sekitar 5.492 pada Rabu, memperpanjang kenaikan untuk sesi ketiga berturut-turut, didukung penguatan sektor otomotif dan keuangan.
Mengutip Trading Economics, Hyundai Motor (+4,89 persen) dan Kia Corp (+4,07 persen) memimpin reli saham otomotif, sementara KB Financial (+3,60 persen), Shinhan Financial (+1,94 persen), dan Hana Financial (+3,23 persen) mendorong kenaikan di sektor perbankan.
Di sisi lain, raksasa semikonduktor mencatatkan pelemahan, dengan Samsung Electronics turun 0,48 persen dan SK Hynix melemah 1,37 persen.
Investor mencermati sejumlah rilis data ekonomi, yang awalnya didorong oleh data perdagangan awal Februari yang kuat.
Ekspor Korea Selatan melonjak 44,4 persen secara tahunan menjadi 21,39 miliar dolar AS dalam 10 hari pertama bulan ini, memberikan dorongan terhadap sentimen pasar.
Selain pasar Jepang dan Korea Selatan, ASX 200 Australia naik 0,62 persen dan STI Singapura terkerek 0,50 persen.
Wall Street Melemah
Indeks Nasdaq dan Dow Jones turun tipis pada Rabu, sementara S&P 500 bergerak stagnan.
Laporan ketenagakerjaan yang lebih kuat dari perkiraan sempat meredakan kekhawatiran terhadap ekonomi, tetapi juga memicu spekulasi bahwa Federal Reserve (The Fed) dapat memperlambat pemangkasan suku bunga.
Ketiga indeks utama Wall Street sempat memulai sesi dengan penguatan.
Indeks S&P 500 dan Nasdaq menyentuh level tertinggi dalam lebih dari sepekan setelah laporan payroll menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja AS pada Januari jauh lebih kuat dari ekspektasi, sementara tingkat pengangguran turun ke 4,3 persen.
Namun, penguatan tersebut memudar ketika pelaku pasar mengurangi ekspektasi pemangkasan suku bunga.
Meski investor masih memperkirakan setidaknya satu kali pemangkasan 25 basis poin pada Juni, probabilitas suku bunga tetap bertahan pada bulan tersebut naik menjadi 41 persen dari sebelumnya 24,8 persen, menurut data terbaru CME Group FedWatch.
Investor selanjutnya akan mencermati laporan inflasi Indeks Harga Konsumen (CPI) Januari yang dijadwalkan rilis pada Jumat waktu AS.
Dow Jones Industrial Average turun 0,13 persen ke 50.121,40. S&P 500 terkoreksi 0,34 poin dan ditutup di 6.941,47, sementara Nasdaq Composite melemah 0,16 persen ke 23.066,47. (Aldo Fernando)