"Pasar kembali menyadari bahwa geopolitik menjadi faktor paling penting ketika dampaknya kembali mendorong inflasi," kata Chief Investment Strategist Saxo di Singapura Charu Chanana, seperti dikutip Reuters.
"Kenaikan harga minyak kembali memberikan tekanan terhadap imbal hasil obligasi dan mengurangi daya tarik saham-saham pertumbuhan yang mahal, terutama karena gencatan senjata energi Rusia-Ukraina terlihat rapuh dan risiko pasokan dari Timur Tengah masih terbuka," ujarnya.
Di pasar saham, indeks MSCI yang mencakup saham-saham Asia Pasifik di luar Jepang turun 2 persen pada awal perdagangan.
Indeks KOSPI Korea Selatan yang didominasi saham teknologi merosot 6,70 persen per 08.58 WIB, sementara indeks Nikkei Jepang anjlok 2,70 persen setelah kembali diperdagangkan usai libur.
"Sebagian besar penurunan ini berkaitan dengan aksi jual saham semikonduktor di Wall Street pada perdagangan sebelumnya. Tekanan tersebut kemudian merembet ke kawasan Asia," kata Senior Analyst Capital.com Kyle Rodda.