Pada perdagangan sebelumnya, indeks Nasdaq yang sarat saham teknologi turun 0,5 persen, tertekan saham-saham produsen chip.
Investor mulai mempertanyakan keberlanjutan reli saham berbasis kecerdasan buatan (AI) di tengah meningkatnya persaingan antara Amerika Serikat (AS) dan China.
"Ketika ditambah dengan kenaikan harga minyak dan aksi positioning menjelang data inflasi serta musim laporan keuangan, semua faktor tersebut menjadi kombinasi yang mendorong pasar Asia ke mode risk-off," ujar Rodda.
Sentimen hati-hati turut menjaga dolar AS di dekat level tertinggi dalam 18 bulan. Euro terakhir diperdagangkan di level USD1,1157, sedangkan yen Jepang berada di level 158,50 per USD.
Perhatian investor pekan ini tertuju pada serangkaian laporan keuangan bank-bank AS untuk mengukur dampak kenaikan imbal hasil Treasury baru-baru ini terhadap aktivitas transaksi, pertumbuhan kredit, dan biaya pendanaan di sektor perbankan.