Menurut dia, optimisme terkait potensi kesepakatan damai antara AS dan Iran sebagian besar sudah tercermin di pasar, sementara kenaikan harga minyak mulai membebani sentimen investor.
Harga minyak dunia kembali menguat pada awal perdagangan Asia setelah militer AS melancarkan serangan di wilayah selatan Iran yang disebut sebagai langkah defensif.
Kondisi itu membuat pasar tetap waspada karena negosiasi untuk mengakhiri konflik belum menunjukkan titik terang.
Di Korea Selatan, indeks KOSPI justru melesat hampir 3 persen hingga mendekati level 8.050 dan mencetak rekor baru.
Penguatan ditopang optimisme terhadap peluang tercapainya kesepakatan AS-Iran yang dinilai dapat membuka kembali Selat Hormuz dan mengurangi risiko gangguan pasokan minyak global.