Perseroan menjelaskan, seluruh fasilitas kredit ini dikenakan bunga berbasis term SOFR ditambah margin tertentu yang berlaku.
Adapun jangka waktu fasilitas adalah 24 bulan terhitung sejak 25 Maret 2026, dengan opsi perpanjangan selama 6 hingga 12 bulan ke depan.
Dari sisi materialitas, transaksi ini tergolong signifikan karena nilainya setara sekitar 27 persen dari total ekuitas perseroan.
Sebagai informasi, INCO membukukan laba bersih USD76,1 juta atau setara Rp1,29 triliun (kurs Rp17.000 per USD) sepanjang 2025.
Capaian tersebut meningkat 32 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya USD57,77 juta. Pendapatan perseroan juga tumbuh 4,21 persen menjadi USD990 juta pada 2025 dari tahun sebelumnya USD950 juta didorong oleh pemulihan harga nikel yang moderat.