sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Capex Tembus USD94,2 Juta, CDIA Pastikan Ekspansi Infrastruktur Terus Berlanjut

Market news editor Taufan Sukma Abdi Putra
31/07/2026 22:37 WIB
keberadaan Boreas memang telah dirancang untuk melayani rute perdagangan domestik hingga internasional.
Capex Tembus USD94,2 Juta, CDIA Pastikan Ekspansi Infrastruktur Terus Berlanjut (foto: inews Media Group)
Capex Tembus USD94,2 Juta, CDIA Pastikan Ekspansi Infrastruktur Terus Berlanjut (foto: inews Media Group)

IDXChannel - PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) mencatatkan alokasi belanja modal (capital expenditure/Capex) sebesar USD94,2 juta di sepanjang semester I-2026 lalu.

Catatan tersebut terhitung tumbuh sekitar 10,82 persen dibanding alokasi capex pada periode sama tahun sebelumnya, yang masih sebesar USD85 juta.

Peningkatan alokasi tersebut pun diklaim manajemen CDIA sebagai bentuk konsistensi Perseroan dalam merealisasikan ekspansi infrastruktur, yang telah ditetapkan sebagai pilihan strategi dalam memaksimalkan peluang pertumbuhan bisnis ke depan.

"Dan sebagian dari penguatan ekspansi tersebut telah benar-benar terealisasi. Misalnya saja terkait pelayaran perdana (maiden voyage) dan sandar perdana (maiden berthing) Novah, yaitu kapal logistik cair kimia berkapasitas 9.000 DWT yang kami bangun bersama Usuki Shipyard. Ini menjadi tonggak penting kami dalam memperkuat bisnis di sektor logistik," ujar Corporate Secretary CDIA, Merly, dalam keterangan resminya, Kamis (30/6/2026).

Menurut Merly, hadirnya kapal Novah ini telah memperkuat kapabilitas logistik maritim CDIA, meningkatkan keandalan layanan pada rute domestik maupun internasional, serta mendukung pertumbuhan permintaan distribusi bahan kimia maupun rantai pasok industri di kawasan.

Selain Novah, CDIA melalui PT Chandra Shipping International (CSI) juga telah memperluas jangkauan logistik maritim melalui pengoperasian Boreas, kapal logistik kimia cair berkapasitas 9.000 DWT yang dibangun bersama Fukuoka Shipbuilding Co Ltd.

Merly menjelaskan bahwa keberadaan kapal ini memang telah dirancang untuk melayani rute perdagangan domestik hingga internasional.

Sementara, di lain pihak, hadirnya Boreas tidak hanya memperkuat distribusi dalam ekosistem Chandra Asri Group, melainkan juga disiapkan untuk melayani mitra industri lainnya dengan jangkauan operasional dari Asia hingga Eropa, sebagai bagian dari komitmen menyediakan infrastruktur logistik yang andal guna mendukung kelancaran distribusi industri di kawasan.

"Kami juga memperluas bisnis di luar angkutan konvensional bahan kimia dan gas melalui investasi strategis. Perseroan telah menginvestasikan USD90 juta untuk mengakuisisi 40 persen kepemilikan di PT Armada Maritim Persada, sehingga memperluas kehadiran CDI di bidang logistik pertambangan dan jasa pengelolaan pelabuhan," ujar Merly.

Tak hanya itu, CDIA juga telah menginvestasikan USD15,5 juta untuk memperoleh 49 persen kepemilikan di Petrosea Services Solutions Pte Ltd, yang memberikan akses bagi Perseroan ke basis pelanggan secara lebih luas, arus kargo yang lebih terdiversifikasi, serta potensi pendapatan dividen di masa mendatang, sekaligus juga memperkuat peluang pertumbuhan jangka panjang.

Sedangkan pada pilar kepelabuhanan dan penyimpanan, PT SCG Barito Logistics telah menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan PT Krakatau Bandar Samudera guna mengeksplorasi pengembangan layanan penyimpanan ISO tank, dry-container storage dan layanan lift-on/lift-off (LOLO) di Krakatau International Port.

"Kolaborasi ini kami harapkan bisa memperkuat kapabilitas logistik terintegrasi, sekaligus mendukung peningkatan konektivitas rantai pasok industri nasional melalui pemanfaatan infrastruktur dan layanan yang saling melengkapi," ujar Merly.

Pada saat yang sama, Melly juga menyebut bahwa pembangunan fasilitas penyimpanan bitumen milik PT Redeco Petrolin Utama di Merak telah mencapai 75 persen dan ditargetkan mulai beroperasi pada triwulan III-2026.

Fasilitas ini terdiri dari tiga tangki dengan total kapasitas 12.000 meter kubik. Setelah proyek tersebut rampung, PT Redeco Petrolin Utama akan mengoperasikan total 75 tangki penyimpanan untuk berbagai produk, termasuk petrokimia, minyak bumi, pelumas dan bitumen sebagai produk cair terbaru.

Kemudian, PT Chandra Waste Energy, perusahaan anak yang dimiliki secara tidak langsung oleh CDIA, bersama mitra konsorsiumnya juga telah ditunjuk untuk melaksanakan studi kelayakan proyek waste-to-energy Danantara di Serang. 
Bagi manajemen CDIA, penunjukan tersebut telah menjadi tonggak penting dalam pengembangan bisnis pembangkit listrik berbasis pengolahan sampah sekaligus mempertegas komitmen Perseroan dalam menghadirkan solusi infrastruktur berkelanjutan.

Ke depan, manajemen CDIA disebut Merly masih akan tetap berfokus pada penyelesaian sejumlah proyek yang sedang dikembangkan, pengoperasian beberapa aset baru, peningkatan kontribusi pendapatan dari pihak ketiga dan penempatan modal secara selektif guna memperkuat platform infrastruktur terintegrasi.

Sementara, dari segi laporan keuangan, CDIA juga telah melaporkan hasil kinerjanya di sepanjang enam bulan pertama 2026, dengan torehan pendapatan bersih sebesar USD82,1 juta, meningkat 22,8 persen dibandingkan periode yang sama setahun sebelumnya yang sebesar USD66,9 juta.

"Pertumbuhan ini terutama didorong oleh kinerja segmen logistik yang mencatatkan kenaikan pendapatan hingga 80,2 persen (secara tahunan/year-on-year/YoY) menjadi USD27 juta, seiring ekspansi berkelanjutan pada bisnis logistik maritim dan darat.

Sedangkan untuk raihan pendapatan dari segmen energi, juga mencatatkan kinerja positif, setelah mengalami pertumbuhan 5,4 persen (YoY) menjadi USD51,8 juta. Sementara, posisi laba bruto pada saat yang sama juga meningkat 2,8 persen (YoY) menjadi USD19,6 juta.

Dalam hal ini, kinerja segmen energi masih menjadi kontributor terbesar terhadap pendapatan CDIA, sedangkan segmen logistik menjadi pendorong utama pertumbuhan.

Pada sisi lain, pendapatan segmen kepelabuhanan dan penyimpanan tercatat sebesar USD2,5 juta, sedangkan segmen lainnya menyumbang pendapatan sebesar USD0,9 juta.

"Perseroan juga mampu mempertahankan profitabilitas yang kuat dengan EBITDA di Semester I-2026 melompat 25,3 persen menjadi USD31,6 juta dari USD25,2 juta pada Semester I-2025. Kemudian posisi marjin EBITDA juga melejit menjadi 38,5 persen dari 37,7 persen, yang mencerminkan kontribusi yang semakin besar dari platform infrastruktur CDIA yang terdiversifikasi," ujar Merly.

Sementara, dari capaian pendapatan tersebut, CDIA berhasil menyisihkan perolehan laba bersih setelah pajak sebesar USD19,3 juta, dengan marjin laba bersih sebesar 23,5 persen.

Per 30 Juni 2026, CDIA berhasil mempertahankan posisi keuangan yang kuat dengan kas dan setara kas ditambah surat berharga sebesar USD658,7 juta.

Merly menjelaskan bahwa posisi likuiditas tersebut memberikan fleksibilitas keuangan untuk mendukung pengembangan proyek-proyek strategis sekaligus menjalankan investasi secara disiplin, guna meningkatkan pendapatan berulang dan berbasis kontrak.

Total aset per 30 Juni 2026 tercatat meningkat 10,9 persen menjadi USD1,93 miliar dari USD1,74 miliar pada 31 Desember 2025. Total liabilitas hingga akhir Semester I-2026 tercatat USD826,3 juta dan ekuitas sebesar USD1,11 miliar.

(taufan sukma)

Halaman : 1 2 3 4 5 6
Advertisement
Advertisement